Dikirimi Keranda Mayat, Hakim di Pati Bebaskan Pesilat PSHT

Dikirimi Keranda Mayat, Hakim di Pati Bebaskan Pesilat PSHT

Dikirimi Keranda Mayat, Hakim di Pati Bebaskan Pesilat PSHT

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati dikirimi keranda mayat oleh ratusan para pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Mereka mengawal sidang putusan kasus penganiayaan dengan terdakawa salah satu anggota PSHT, Selasa (23/2/2016).

Supadi dan kedua temannya Nova Putra Anggara dan David Firmansyah dinilai menjadi korban kriminalisasi dalam kasus ini. Sehingga warga PSHT Hati mengawal kasus itu, agar hakim memberikan keputusan yang adil.

Para pendekar PSHT itu membawa keranda mayat untuk menyindir para penegak hukum, dan simbol matinya keadilan. Beberapa bunga tabur, menyan dan dupa tampak di bawah keranda.

Ikhtiar para pendekar PSHT itu pun berbuah manis. Majelis hakim PN Pati akhirnya memutuskan ketiga terdakwa tidak bersalah. Karena itu, ketiganya yang didakwa melakukan penganiayaan akhirnya dibebaskan.

Kuasa hukum terdakwa, Ujang Wartono menilai, putusan hakim sudah tepat karena memang penganiayaan itu tidak terbukti. “Putusan hakim sudah tepat, karena memperhatikan fakta hukum yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sesuai antara saksi satu dengan saksi yang lainnya. Sementara itu, saksi yang dihadirkan terdakwa dinilai sudah sesuai.

Meski demikian, majelis hakim masih memberikan waktu kepada JPU untuk mengajukan banding. Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada upaya banding, maka putusan hakim itu akan segera dilaksanakan.

Sumber : Koran muria.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Advertiser