Di Balik Penghancuran Tugu PSHT dan PN

Di Balik Penghancuran Tugu PSHT dan PN

Di Balik Penghancuran Tugu PSHT dan PN

Banyak cara yang di lakukan seseorang atau kelompok yang selalu mencintai simbol kelompoknya apalagi sebuah organisasi. Dari gambar atau icon psht berupa tempelan dinding, sablon, lukisan maupun sebuah tugu atau monumen. Akhir-akhir ini beredar kabar bahwa di Nganjuk akan di adakan pembongkaran tugu atau monumen Persaudaraan Setia Hati Terate (psht) dan Pagar Nusa (PN). Dalam hal ini tentu saja ada pro dan kontra. Karena apa? Yang pro akan condong kepada pembongkaran dan yang kontra tidak setuju adanya pembongkaran tersebut. Di karenakan tugu itu di bangun oleh mereka, uang kumpulan mereka, kreasi mereka dan kebanggaan mereka. Banyak nama untuk tugu psht yaitu ada yang menyebutnya monumen dan ada yang menyebutnya Prasasti.

Dari sudut pandang yang berbeda tentu pembongkaran tugu psht dan pn. Ada maksud yang baik dan adapula yang tidak baik. Itu bisa kita ambil dari alasan atau pendapat dari orang-orang yang membangun tugu tersebut.
Sudut pandang dari kacamata yang berbeda pembongkaran tugu psht dan pn di maksudkan : 
1). agar tidak ada sekat lagi antar pendekar sebagai warga negara Indonesia yang mengedepankan Persatuan Bangsa.
2). Mengembalikan Tatanan IPSI sebagai Ikatan Pencak Silat Indonesia.
3). Tidak adanya kelompok atau gengster antar desa, kecamatan maupun kabupaten yang di dominasi salah satu perguruan pencak silat.
4). Mendekatkan antara kelompok pendekar yang berbeda bendera.
5). Guyup rukun menjadi tujuan utamanya.

Dari pendapat di atas bisa di mengerti bahwa penghancuran maupun penggantian tugu itu tidak asal-asalan dan bukan karena tidak suka terhadap salah satu organisasi pencak silat di daerah tersebut. Ada pendapat juga yang kontra terhadap penggantian tugu pencak silat. Antara lain:

1). Tugu atau prasasti itu Merupakan suatu kebanggaan bersama. (Mayoritas)
2). Memperkecil tindak pencurian dan perampokan di daerah itu. (Takut lihat tugu simbol pencak silat.hehe).
3. Mempererat tali persaudaraan ataupun persahabatan di daerah itu (tugu sebagai pengingat janji).
4). tugu bisa menjadi saksi bisu sejarah yang bisa di ceritakan kepada anak cucu kelak ( tentang persahabatan dan persaudaraan).
5). Memperkecil tindakan anarkis karena mengemban simbol pencak silat yang ada di tugu tersebut.

Tulisan ini tidak ada maksud mengadu domba ataupun adu argumen tentang penghancuran atau penggantian tugu psht dan pn. Karena tiap sudut pandang yang beda sekalipun juga ada kebaikan dan alasan pembuatan tugu pada awalnya. Semoga masalah ini bisa di musyawarahkan dengan bijaksana dan seadil-adilnya. Lantas bagaimana dengan tugu atau prasasti di kuburan pendekar?

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Advertiser