Sukomoro Nganjuk Di Mataku

Sukomoro Nganjuk Di Mataku

Sukomoro Nganjuk Di Mataku

Sukomoro Nganjuk Di Mataku





Sukomoro Nganjuk memang tidak ada habisnya untuk di bahas. Karena Sukomoro Nganjuk Bukan Hanya Menyimpan Misteri Namun juga Banyak Hal Menarik Yang Perlu Di Bahas. Penduduk Yang Mayoritas adalah Petani Dan Pedagang Bawang Merah. Membuat Daerah Sukomoro Nganjuk Ini Tak Pernah Sepi Dari Hiruk Pikuk Yang Di Timbulkan Dari Pasar Sentral Bawang Merah ke 2 (II) ini. Banyak Orang Yang Datang sebagai Pembeli Ataupun Hanya Mampir di Pasar Brambang Sukomoro Nganjuk. Biasanya Yang Berkunjung Di Pasar Sukomoro Nganjuk Membeli Bawang Merah Yang Masih Ada Daunnya Untuk sekedar Oleh-oleh Untuk di bagikan Ke sanak Saudara. Karena Biasanya Bawang Merah Berdaun (Ombyokan) Daya Tahannya Lebih Lama Bila Dibandingkan Bawang Merah Butiran/ Bijian.



Harga Bawang Merah di Sukomoro Nganjuk Memang Berbeda-beda karena ada Beberapa Macam Jenis atau Nama Bawang Merah atau Brambang ini. Antara lain :
1). Lokal
2). Bauji
3). Bombay
4). Philipin
5). Brebes

Harga Bawang Merah (Brambang) di Sukomoro Nganjuk Termasuk Murah, Karena Langsung Dari Petani atau Pedagangnya yang Sekaligus Tangan Pertama. Jadi Jika Anda Ingin Usaha Agen Bawang Merah seyogyanya Datang Langsung ke Sukomoro Nganjuk. Dan Bukan Hanya Bawang Merah, Disana Juga Tersedia Lapak-lapak Penjual Cabe dan Sayur-mayur Lainnya.



Di Sukomoro Nganjuk Terdapat Klenteng Yang Katanya Sudah tua atau sudah Lama Berdiri yang Tepat Berada Di Seberang Depan Stasiun Sukomoro. Nuansa Kerukunan Beragama Juga Terlihat disana yaitu Terdapat Beberapa Tempat Ibadah yang Saling Berdekatan antara lain :
1). Masjid Jami' Baitur Rohmah
2). Klenteng Hok Yoe Kiong
3). Gereja Pantekosta
4). Mushola Almubarokah dan
5). Pondok Modern Al-islam


Dan Tidak Hanya itu, Para penduduk Di Desa Sukomoro Nganjuk mayoritas Mengikuti Pelatihan Beladiri Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Yang sudah Lama Berkembang Pesat Di sukomoro Nganjuk Ini. Orang Tua, Anak Muda, anak-anak SD Hingga Remaja Semua Ikut Serta Dalam Pencak Silat PSHT. Bisa di Bayangkan Kalau Ada Yang Membuat Ulah Di Desa Ini.hihi..

Walaupun Semua Penduduknya Berlatar Belakang Pencak Silat PSHT, Namun Jiwa Persaudaraan di Sukomoro Nganjuk Perlu Di Acungi Jempol. Karena Telah Tercipta Kerukunan Umat Beragama dan Menjadi Contoh untuk Desa-desa Yang Lain.

Penulis Mencintai Bangsa Dan Negara, Yang Tentunya Di Mulai Dari Mencintai Desa.


Lokasi Stasiun Kereta Api Sukomoro juga tidak jauh dari pasar Bawang Merah Sukomoro, Persis Berada di depan Klenteng Hok yoe Liong. Stasiun Sukomoro ini terletak di Jalan Raya Kertosono-Nganjuk, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Bangunan Stasiun Sukomoro ini merupakan salah satu bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Kertosono-Nganjuk-Madiun pada masa itu. Pembangunan jalur tersebut dimulai pada tahun 1881 dan selesai pada tahun 1882 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, sepanjang 69 Km yang merupakan bagian dari proyek Oosterlijnen atau State Railway Eastern Lines (lintas timur).

Lokasi Polsek Sukomoro Nganjuk
Jalan Panglima Sudirman, Pehserut, Sukomoro, Templek, Sukomoro, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64481.

Sejarah Asal Usul Desa Sukomoro nganjuk juga Perlu di ketahui, apalagi Untuk Generasi yang Lebih Muda Yang bertujuan Untuk Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Desa Tempat Dimana ia di lahirkan dan sebagai wujud Cinta tanah Air dan Bangsa. Disini Penulis Pernah Menciptakan Sebuah Lirik yang isi dari lirik lagu itu adalah Sejarah desa sukomoro nganjuk.


Sukomoro Duwe Cerito

Sukomoro
Iku akeh Cerito
Nanging ra ono sing biso Nyritakno
Biyen Alas Tanpo ono manungso
Ono satrio sing Babat deso

Di rewangi sing Arane Mbah Seno
Rekoso naliko Babat Deso
Pamrihe supoyo di Panggoni..
Anak putune sing Gemati..

Suryo Adi Sukromo Lugo
Iku Asmane..
Satrio soko Pace
Sing Babat dusun kene..
Lan ora lali..
Pasopati.
Lurah kapisan Sukomoro..

Saiki Sukomoro tentrem Raharjo
Tandurane ono maneko warno
Saben taun budayane Deso
Tetep ono lan di leksanakno..


Di Bahasa Indonesiakan..

Sukomoro Punya cerita

Sukomoro
Itu Banyak cerita
Tapi tiada satupun yang bisa menceritakanya
Dahulu hutan tanpa ada Manusia
Ada Ksatria yang akan mendirikan Desa.

Di bantu yang Bernama Kakek Seno
Payah sengsara saat mendirikan desa
Tujuannya supaya di Tempati
Anak cucu yang Dia Sayangi..

Suryo Adi Sukromo Lugo
Itu Namanya..
Ksatria dari (desa) Pace
Yang mendirikan Desa ini..
Dan Tak lupa..
Pasopati..
Lurah pertama Sukomoro..

Kini Sukomoro makmur sentosa
Hasil buminya Beraneka ragam
Setiap Tahun Budayanya Desa..
Tetap Ada dan di laksanakan..




Tag : sukomoro nganjuk peta sukomoro nganjuk desa kelurahan sukomoro nganjuk penghasil Bawang Merah harga termurah.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Advertiser