Pendekar Disabilitas Andalan PSHT

Pendekar Disabilitas Andalan PSHT

Pendekar Disabilitas Andalan PSHT

Raka Pesilat Difable Dari PSHT
raka Pendekar disabilitas PSHT

Dialog mas Madji dan mas Harsono Nganjuk :

Mas Har : mas, niki wonten ingkang ajeng badhe nderek latihan pripun?

Mas Madji : melu latihan ya melu latihan tho, dik Har.

Mas Har : lha nggih, niki wonten ingkang badhe nderek latihan trus pripun?

Mas Madji : lha iya, nek melu latihan ya ndang melu latihan.

Mas Har : ngapunten, mas. Niki piyantune ngagem kursi roda.

Mas Madji : lha terus masalahe nopo?

Mas Har : lha nggih niku wau, mas. Piyantune ngagem kursi roda.

Mas Madji : ngene lho dik Har, wonge kuwi oleh kahanan kaya mau saka pengene deweke dewe apa saka kersane Gusti Allah?

Mas Har : ... saking kersane Gusti Allah, mas.

Mas Madji : nek awake dewe kie sadar, nek kahanan kaya mau saka kersane Gusti Allah, masak awake dewe arep nolak?

Mas Har : ... lha terus mangke ... ?

Mas Madji : ... gerak sak gerake, sak mampune, sing penting deweke gelem teka latihan. Melu SH (Terate) kan ora mung pencake, tapi ana pasedulurane, kerohanian, ke SH an-ne, kanggo nyidek Gusti Allah.

Mas Har : nggih, mas.

Dan persaudaraan SH Terate adalah persaudaraan sejati yang tidak memandang siapa kamu, siapa saya, apa agamamu, apa sukumu, apa golonganmu. Persaudaraan yang didasarkan atas kesadaran bahwa kita sama-sama lahir atas kehendak Allah, Tuhan Yang Esa dan perbedaan dunia hanyalah hiasan semata yang tiada artinya di hadapan Sang Pencipta.

Demikian juga Keterbatasan fisik (Disabilitas) tidak menjadi halangan bagi seorang perempuan di pulau Nusa Penida Bali untuk menjalani aktivitas dan hobi. Meski tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir, namun perempuan yang Bernama Ketut Raka ini tertarik ikut latihan pencak silat yaitu PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate.

Dengan kursi roda, Ketut Raka diantar kerabatnya datang ke lapangan umum Sampalan Nusa Penida hari Minggu (2/12) lalu, untuk ikut kegiatan latihan pencak silat. Meski tidak bisa mengkuti latihan gerak lahir atau fisik pencak silat seperti peserta lainnya, namun perempuan asal Banjar Kelemahan, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, kabupaten Klungkung ini masih bisa mengikuti seluruh proses latihan silat dan berlatih gerak bathin. Lewat latihan bathin ini, Ketut Raka mempelajari aneka gerakan silat mulai memukul, menendang, menangkis, dan berbagai gerak silat lainnya.

Ketut Raka mendapat informasi tentang olah raga pencak silat PSHT dari temannya di desa. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir semangat nya untuk mengikuti latihan sangat luar biasa,

Semoga bisa menjadi inspirasi untuk yg lain bahwa di psht tidak pernah membatasi untuk seseorang yg ingin bergabung dengan organisasi krn di psht bukan hanya tentang pencak silat.

Semoga adek ketut raka bisa tercapai keinginan nya untuk menjadi keluarga besar persaudaraan setia hati terate serta di beri kesehatan selalu dan di pelancar dalam segala sesuatu, Menjadi Pendekar Disabilitas Andalan PSHT.



Persaudaraan Sejati itu Tak Pandang Siapa kamu, apa Agamamu, apa Sukumu dan apa golonganmu





Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

1 komentar

Salut untuk semangatnya..

Balas

Advertiser